Ini dia Efek Surah Al Kahfi yang Super Dahsyat..

BERKAH DI MALAM JUM'AT DAN  HARI JUM'AT

Akhirnya tibalah kamis malan atau malam jumat yang seringkali jadi bahan olok-olokan kita. Daripada ngabisin waktu ngebahas sunah rasul di malam jumat mending baca artikel ini.
Entah ini sudah malam jumat ke berapa yang berlalu tanpa amalan membaca surah Al Kahfi. Karena kesibukan menjadi hamba dunia itu melelahkan dan melenakan sehingga hidup yang harusnya fokus ke ibadah malah fokus mencari rezeki dunia..
Tulisan ini sebagai pengingat buat saya dan pembaca agar setiap malam jum'at ingat baca surah Al-Kahfi. Kalo gak sempat besok siang di hari Jumat sempatkanlah..mudah-mudahan masih diberi kesempatan menikmati esok hari..


Belajar Menerima Kekurangan Pasangan

★ MUTIARA BERNODA ★

Kadang dalam hidup kita merasa menjadi manusia paling malang karena selalu didera masalah. Sepertinya masalah enggan pergi dari hidup kita, selalu saja ada sehingga menumpuk membuat puyeng kepala. Padahal kalo mau dipikir-pikir hidup ini butuh masalah, karena itulah yang membedakan kita dengan penghuni kuburan. 
Berikut adalah kisah bagaimana menyikapi masalah, terutama dalam rumah tangga.



Ada seorang tua yang sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah. Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.

10 Pesan Berharga Buat Kids Zaman Now

Kids Zaman Now Baca Ini !  

Buat kids zaman now tulisan ini lumayan lah buat masukan. Ya.. di zaman kalian, tantangan hidup bakal makin berat. Kalian memang sudah gak disuruh nonton film G30S/PKI yang katanya horor itu, tapi kalian malah nonton film Annabelle, Conjuring, yang lima menit lagi adegan seremnya muncul, musiknya udah serem duluan. Yang lima menit lagi adegan horornya keluar, eh, udah dikagetin duluan sama sesuatu yang mendadak muncul. Berat, kan?
Tapi kali ini bukan cerita horor yang bakal di bahas di artikel ini tapi pesan dari Tere Liye buat ngadepin jaman nyeleneh yang tantangannya jauh lebih berat:


1. Mbok sekolah yang serius..
Emang sih, banyak orang sukses macam Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau malah Ibu Susi yang bisa sukses tanpa lulus sekolah formal. Tapi tau gak sih, Bill Gates dan Zuckerberg misalnya, dia DO dari Harvard. Sementara Ibu Susi, dia berhenti dari SMAN 1 Yogya. Itu sekolah / kampus top semua. Bukti kalo mereka emang sekolah serius setidaknya bisa diterima di tempat top markotop tersebut. Lah kita? Emang sekolah di mana? Sampai PD banget bilang: sekolah tuh gak penting! Mereka juga DO karena sudah punya passion, atau tuntutan hidup lain. Kita? Cuma karena males aja, ngeles, pengangguran abadi selamanya. Jadi, sekolahlah yang serius. Hormati guru-guru kalian, jangan suka bolos atau tawuran.
Rezeki emang udah dijamin sama Allah tapi kudu usaha buat dapetin rezeki itu. Salah satu ikhtiarnya ya sekolah serius, nyari ilmu dan beneran dapat ilmu biar bisa diaplikasikan di dunia kerja. Artinya rezekiNya diberi lewat usaha itu.

2. Banyakin baca buku
Ayo, yang masih muda, membaca harusnya jadi hobi yang sangat nyenengin. Berhentilah main gagdet gak jelas, gak ada habis-habisnya, ngabisin waktu. Ganti dengan baca buku atau ngaji (baca quran). Kalo mau baca lewat gagdet silahkan (karena sekarang banyak buku di dalam gagdet), tapi beneran baca, bukan sekedar diliat trus dicuekin.
Ada bilang baca buku itu susah, padahal belum ketemu buku yang menarik buat dibaca aja.. Ada yang bilang baca Quran itu susah karena gak ngerti artinya, padahal banyak sudah terjemahan dan tafsirnya tersebar di jual ataupun di internet.
Buat yang gak suka baca, sukanya nonton, perbanyaklah menonton video yang bermanfaat, seperti National Geographic, ceramah agama. Bukan hanya nonton video yang gak jelas manfaatnya. Kan nggak lucu, saat kalian ditanya di akhirat siapa Tuhan kamu, siapa nabimu malah bengong...

3. Jangan suka keluyuran, kelayapan
Udah jadi rahasia umum sebagian kids jaman now itu hobi keluyuran. Naik motor meski belum punya SIM, nongkrong di flyover, ngebut-ngebutan berasa sudah kayak Valentino Rossi, padahal aslinya cuma Ujang Rossi . Lah, kids jaman now, yang nyium tanah malah pipi dan jidatnya. Aduh. Juga nongkrong dimanalah, ngabisin waktu seolah sudah jadi manusia tersukses di dunia. Berhenti. Sana Ujang, pulang, bantu Mamaknya dirumah angkat jemuran kasur. Itu kasur bahkan bekas ngompolmu semalam.

4. Gak perlu pacaran
Ampun dah. Sebagian Kids jaman now itu, bahkan SMP saja pacarannya sudah ngalah-ngalahin Romeo dan Juliet dikali dua, kuadrat pula. Lihatlah di facebook, twitter, instagram, baru SMP, baru pacaran sehari, sudah manggil Papa-Mama. Itu over banget. Super-duper over. Kita kira itu keren? Kagak. Kita kira itu tanda hebat? Kagak. Kita sih sudah merasa paling oke sedunia, tapi justeru orang sedunia lihatnya aneh sekali. Lagian, nanti pas putus, langsung deh lebay banget di media sosialnya. Seolah besok kiamat, hidupnya nelangsa gak terkira. Tidak perlu pacaran itu.

5. Mulailah kenal tanggung-jawab 
Kids jaman now itu kadang lupa, seusia kalian, tanggung-jawab itu sudah ada. Bukan cuma bisa teriak minta uang pulsa, teriak minta beliin motor, teriak minta beliin HP. Kapan sih kalian akan teriak: Papa, ini rapot saya, pontennya 10 semua. Mama, ini piala yang saya bawa dari olimpiade Fisika. Well, baik, tidak semua orang jenius dan bisa begitu. Iya, itu betul, tapi kita selalu bisa mencari bentuk tanggung-jawab lain. Membantu pekerjaan rumah, nyapu, ngepel. Bukan cuma bisa makan doang, bukan cuma bisa tidur2an doang.

6. Berhenti coba-coba hal-hal buruk
Merokok? Ew, itu sumpah gak keren banget ! Kalian gak perlu mencoba-coba hal tersebut. Karena orang dewasa yang terlajur jadi perokok, mereka bahkan mati-matian mau berhenti tapi gak bisa. Jangan ikuti jalan itu. Bikin tato di badan? Apalagi. Minuman keras? Apalagi yang ini. Narkoba? Ampun dah, itu bener-bener tipuan setan. Ada teman ngajak keluyuran malam-malam ke tempat maksiat, jangan mau. Ada teman ngajak duel, gladiator, jangan mau. Gak apa di bilang Gak jantan. Karena sebenarnya, sssttt... justeru yang bilang gak jantan itulah yang sangat gak jantan. Mereka gak bisa melawan dirinya sendiri--itulah ketidakjantanan nomor 1.
(baca : kebiasaan merokokmembuat rezeki gak berkah)

7.  Gak perlu ikutan trend
Hanya karena teman kalian sedang suka pakai lipstik (misalnya), maka tidak perlu ikut2an pakai. Apalagi Bambang, Ujang, Agus, Joko, aduh, kamu ngapain ikut2an pakai lisptik emaknya? Kita itu sudah cantik/tampan apa-adanya. Tidak perlu ikut definisi orang lain. Biarin saja orang lain sibuk dengan trend-nya, kita tahu persis mau ngapain, dan itu lebih bermanfaat. Ini termasuk idola masa remaja. Hanya karena artis idola kalian putih, maka kalian tidak perlu maksa jadi putih. Hanya karena artis kalian suka posting selfie di akun medsosnya, nggak usah ikut-ikutan begitu. Mereka mah enak, wajah sudah dioplos kosmetik, perawatan muahal, jadi keren. Lah kita? Ikutan selfie, ngeliatin gigi koneng di sana, kan nggak lucu.

8. Perbanyaklah belajar agama
Sebagian kids jaman now itu mungkin menganggap agama itu tidak relevan lagi. Jangankan kids jaman now, yang kids jaman old saja banyak yang menyepelekan agama. Tapi ketahuilah, saat hidup kita jatuh dalam sekali, agama adalah lampu penerang yg baik. Belajarlah agama. Minimal punya pemahaman baik.
9. Perbanyaklah aktivitas yang bermanfaat dan positif.

Yang suka menjahit, jahit. Yang suka main futsal, main futsal. Yang suka menulis, nulis. Semua orang itu pada dasarnya cenderung pada hobi yang baik. Maka jangan malas. Justeru perbanyak. Boleh jadi, besok lusa, itu jadi jalan kalian untuk berbuat baik, jalan rezeki, bahkan pencapaian dan prestasi-prestasi kalian.

10. Terakhir, milikilah teman yang oke
Kids jaman now, penting sekali kalian punya teman-teman yang baik. Apa itu teman yg baik? Gampang lihatnya, apakah dia rajin sekolah, apakah dia mengajak ke hal-hal baik, apakah dia asyik dan menyenangkan. Bukan malah berteman ke anak-anak yang suka nongkrong malam-malam, berteman ke anak-anak yang langganan bikin kasus di sekolah. Kita jadinya malahan ikutan bermasalah. Milikilah teman-teman yang baik, yang menguatkan, insya Allah, kalian juga akan ikut baik.

Wallahu alam

Mengapa Rezeki Kita Stagnan ?

ARTIKEL KE 741  

Behavioral Economics (Ekonomi Perilaku)

Mengapa rezeki kita stagnan? Karena cara berpikir kita banyakan error-nya
Manusia termasuk saya dan pembaca semua, pada dasarnya suka mikir secara gak rasional atau bahasa kerennya "irrational". Profesor Dan Ariely pakar ekonomi perilaku dari MIT Amerika ngejelasin hal ini dalam bukunya Predictably Irrational yang diterbitkan tahun 2008 silam. Penulis ini mengalami trauma karena kecelakaan yang bikin dia jadi menemukan arti hidup.
Selama ini, kita selalu ngerasa udah berpikir rasional dan objektif. Sayangnya, perasaan ini hanya fantasi alias angan-angan.
Sebagai manusia ternyata kita punya begitu banyak bias alias kesalahan berpikir yang seringkali gak disadari dan bikin keputusan kita kacau balau dan ngefek ke rezeki.



Kesalahan berpikir itu apa sih? 
Ilmu Behavioral Economics alias ilmu ekonomi perilaku terhitung cabang ilmu baru dalam ilmu ekonomi. Premis dasar ilmu ini adalah : manusia itu gak rasional, dan suka masukin elemen emosi dalam keputusan ekonominya.
Pandangan ini tentu saja antitesa dari ilmu ekonomi konvensional yang berasumsi : manusia selalu rasional dalam mengambil keputusan ekonomi.
Itulah kenapa banyak ekonom konvensional yang jadi jengah dengan ilmu ini, sebab pendekatannya bikin asumsi ekonomi klasik jadi roboh dan terpelanting. 

Ilmu ekonomi perilaku sendiri dibangun sebagai kombinasi antara ilmu ekonomi dan psikologi. Itulah kenapa pakar dalam ilmu ekonomi perilaku kebanyakan adalah psikolog seperti Prof. Daniel Kahneman (Penerima Nobel Ekonomi tahun 2002), dan Prof. Richard Thaler  (Penerima Nobel Ekonomi Tahun 2017).
Melalui riset yang dilakukan para ahli ini ditemukan aneka macam “bias” atau Kesalahan berpikir sistematis yang seringkali mengendap di sanubari kita.
Diam-diam aneka bias itu ini bikin pengambilan keputuasan yang kita buat jadi gak obyektif  dan rasiona lagi. Bias itu bikin kita berulang kali melakukan kesalahan yang bersifat sistematis alias diulang-ulang, dan buntutnya bikin hidup kita nyungsep dalam penderitaan.

Tau gak kenapa seringkali kita janji mau taubat, gak mau maksiat dan berbuat dosa lagi tapi nyatanya kita tetap melakukannya? 
Tau gak kenapa kita malah ngerasa senang beli barang yang sebenarnya gak kita perlukan? 
Tau gak kenapa rezeki kita jadi stagnan, gak maju, gak mundur, hanya jalan di tempat seolah-olah ada yang ngeganjal? Karena ada bias dalam cara berpikir kita.

Ada banyak jenis kesalahan berpikir yang bisa di lacak lewat riset-riset ekonomi perilaku. Lima diantaranya...

Kesalahan Berpikir # 1 : LOSS AVERSION (TAKUT RUGI)
Puluhan studi dalam ilmu ekonomi perilaku membuktikan kalo manusia itu cenderung takut sama potensi kerugian, dibanding potensi keuntungan yang bakal diraih. 
Fenomena itu disebut sebagai _loss aversion_  atau terlalu kuatir dengan potensi kerugian.
Manusia dimanapun di dunia ini  cenderung takut ngambil resiko. Kita semua lebih gentar menghadapi potensi kerugian; daripada bersemangat menjemput peluang keuntungan.
Dalam sebuah studi bahkan terungkap : rasa sakit akan kehilangan ternyata lebih membekas dalam hati daripada rasa senang karena mendapatkan keuntungan.
Dengan kata lain : pengalaman rugi 10 juta ternyata jauh lebih lama membekas di hati, dibanding perasaan senang karena dapat untung 10 juta.
TAKUT RUGI mungkin yang bisa ngejelasin kenapa mayoritas orang ragu untuk memulai usaha baru secara mandiri. Alasannya banyak banget..
Bahkan sebelum memulai menjalankan usaha, kebanyakan orang sudah takut duluan. Takut jangan-jangan nanti malah rugi. Jangan-jangan usahanya gagal. So rezekinya yang tadinya ada peluang di dapat malah batal karena takut mengambil resiko.

Perasaan takut rugi juga mungkin bisa ngejelasin kenapa kebanyakan orang agak pesimis dengan peluang keberhasilan yang akan mereka raih..
Kesalahan berpikir macam ini yang bikin hidup kita jadi termehek-mehek.

KESALAHAN BERPIKIR # 2 : ENDOWMENT EFFECT (EFEK SUKA BANGET)
Maksudnya: Anda terlalu menghargai barang yang dibeli atau dimiliki secara 
berlebihan.
Begitu beli atau punya sesuatu, mendadak muncul rasa cinta pada barang itu, dan akibatnya ngasi _NILAI_ yang lebih tinggi dibanding harga pasaran atau nilai sebenarnya.
Contohnya nih : Punya mobil Honda Jazz baru, warnanya merah, bentuknya imut. Setelah beberapa lama, pengen dijual kembali kemungkinannya ngasi harga penawaran yang jauh lebih tinggi dibanding harga pasaran. Karena sebagai si empunya mobil yang terikat emosional dengan si Jazz cenderung ngasi penilaian harga yang lebih tinggi dibanding harga pasaran yang sebenarnya.
Contoh lain endowment effect : Anda membeli saham perusahaan terkenal misalnya. Setelah beberapa bulan ternyata harganya anjlok. Namun karena pengaruh endowment effect, Anda gak segera _cut loss._ Anda terus saja memberikan penilaian berlebihan dan membenarkan pembelian Anda, meski makin lama harga makin jatuh. Akhirnya potensi ruginya lebih gede.
Contoh lain lagi : Anda terlibat dalam sebuah projek. Setelah beberapa lama projek ini sebenarnya merugi, namun Anda tetap saja menginvestasikan tenaga, pikiran dan dana yang tersisa untuk meneruskan projek yang merugi ini.
Kenapa Anda gak segera _cut?_ Karena ada efek _endowment_ : Anda merasa “sayang” kalau projek yang sebenarnya merugi ini Anda putus ditengah jalan.
Ruginya jadi banyak karena telat ngambil keputusan yang bener. Rezeki yang dipikir udah di tangan ternyata lepas begitu saja dan ngasi beban pula...
_Endowment Effect_ inil juga  bikin Nokia dan Kodak dulu mati ditelan sejarah.
Mereka terjebak _endownent effect_ : terlalu mencintai produknya sendiri secara berlebihan. Terlalu bangga dan memberikan penilaian berlebihan terhadap produknya sendiri, sehingga abai dengan perubahan mendadak di sekelilingnya.
Too much love will kill you. Ternyata ungkapan romantis ini beneran lho...banyak yang mati karena terlalu mencintai...ah dilarang baper..

KESALAHAN BERPIKIR # 3 : CONFIRMATION BIAS (BIAS KONFIRMASI)
Intinya kita terjebak pada pilihan favorit sehingga mengabaikan alternatif pilihan yang ada. Udah terlanjur suka dan cinta sehingga cuma mau membaca informasi yang mengkonfirmasikan kebenaran pilihan favorit itu. Pertimbangan lain gak masuk itungan..
Contoh : Anda sudah suka smartphone merk tertentu. Maka saat browsing mencari informasi tentang smartphone baru, Anda menseleksi informasi yang Anda mau baca.Cenderung lebih fokus mencari informasi yang membenarkan kekuatan smartphone favorit Anda; dan mengabaikan informasi yang mengkritisi smartphone tersebut.
Confirmation Bias ini amat masif terjadi saat pilkada. Saat sudah punya pilihan favorit, maka Anda hanya mau membaca informasi yang membenarkan kandidat pilihan Anda; dan ogah membaca atau mendadak emosi saat membaca informasi buruk tentang kandidat tersebut.
Semua kubu terjebak confirmation bias. Maka pilihan yang rasional dan obyektif menjadi sulit dilakukan saat semua orang terjebak error thinking semacam ini.
Akhirnya sesama pendukung jadi debat kusir.
Kenapa rezekiku stagnan? Mungkin anda nanya gitu...ah emang udah nasib ditakdirkan miskin dan gak sukses, akhirnya nyari pembenaran sendiri. Pembenaran atas kesimpulannya yang salah...
(baca : logika vs takdir terkait rezeki)

KESALAHAN BERPIKIR # 4 : HERD BEHAVIOR (Perilaku kawanan/kelompok)
Studi-studi dalam ilmu Ekonomi Perilaku menemukan fakta kelam ini : manusia, ternyata suka bertindak seperti kawanan bebek. S
atu belok kiri, semua ikutan belok kiri. Ada yang ke kanan, semua ikut ke kanan .
Suka latah. Punya perilaku seperti kerumunan yang mudah ikut-ikutan dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.
_Herd Behavaior_ ini yang memunculkan mania, tren sesaat atau kehebohan akan sesuatu. Keramaian makin mengundang kehebohan
Warung makan pinggir jalan yang ramai, pasti akan makin ramai. Penjual obat jalanan yang ramai didengar orang, pasti akan makin banyak pengunjungnya.
Buku yang diberi label _best seller,_ pasti akan makin meningkat penjualannya. Toko roti yang antriannya panjang, pasti akan makin heboh pembelinya. Investasi yang lagi _hot,_ pasti akan makin banyak yang tertarik ikutan
Itu semua adalah fenomena _herd behavior._ Sebab kamu dan saya memang suka latah dan penasaran dengan apa yang disukai banyak orang.
Akhirnya rezekinya ya segitu-gitu aja, wong bisanya cuma ikutan apa yang dibikin orang, gak punya inovasi  cuma bisa jadi follower doang...
(Baca: rezekimu susah? Intip peyebabnya)

KESALAHAN BERPIKIR # 5 : SURVIVOR BIAS
Bias ini terjadi saat kita mengambil kesimpulan berdasar data yang gak valid. Kenapa gak valid? Karena yang sering kita baca hanya yang _survive_ yang sukses bertahan, yang selamat dan juara. Yang gagal jarang diberitain
Contoh : Steve Jobs, Bill Gates dan Mark Zuckerberg semua adalah mahasiswa _drop out_ atau DO. Tapi sukses. Kemudian ada yang bilang, nggak usah takut DO, sebab Anda bisa sukses juga seperti mereka.
Pernyataan seperti itu adalah contoh pikiran yang terjebak _survivor bias._ Pernyataan ini menganggap kasus Bill Gates dkk yang DO tapi sukses adalah “kebenaran umum”.
Faktanya : orang DO yang sukses seperti mereka mungkin hanya 1%. Mayoritas lainnya ya tetap jadi pengangguran alias jadi orang miskin.
_Survivor Bias_ adalah cermin kebodohan dalam memahami ilmu statistik. Kasus tertentu yang mungkin hanya terjadi pada 1% – 2% orang, dianggap mewakili SELURUH populasi.
Kesalahan generalisasi kek gini sering terjadi. Hanya karena baca satu atau dua kasus di media atau di grup WA, mendadak menganggap semuanya bakal seperti yang ada dalam kasus tersebut. Ini namanya kegoblokan statistik.
Kalo rezekinya stagnan malah pasrah, ngerasa kalo keberhasilannya emang cuma sampe situ. Semua orang ngelakuin hal yang sama dan hasilnya begitu juga. Menggeneralisir, ngambil kesimpulan secara serampangan...

DEMIKIANLAH, lima jenis bias atau _error thinking_ atau kesalahan berpikir yang diungkap dalam beragam riset ilmu _Behavioral Economics dikatikan dengan stagnannya rezeki kita. Lima error thinking ini kalo dirangkum seperti ini :

1. _Loss aversion_ : gue takut rugi ah
2. _Endowment effect : too much love will kill you_
3. _Confirmation bias_ : pilihan gue yang paling hebat
4. _Herd behavior_ : kita semua suka latah
5. _Survivor bias_ : kepalsuan statistik
Harap dikenang selalu 5 bias di atas. Sebab kita semua mungkin akan selalu terjebak didalamnya sehingga hidup dan rezeki kita gak maju-maju alias stagnan.

Wallahu alam..